PENYAKIT BUSUK DAUN (Antraknosa) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Penyakit antraknosa merupakan sekumpulan nama infeksi pada daun
bibit-bibit muda, yang disebabkan oleh 3 genera jamur patogenik, yaitu Botryodiplodia spp., Melanconium elaeidis dan Glomerella cingulata.
Spora dihasilkan di dalam piknidia atau aservuli, menyebar dengan
bantuan angin atau percikan air siraman atau hujan (Turner, 1971 dan
1981 ; Barnet dan Hunter, 1972 ; Domsch, Gams dan Anderson, 1980).
Penyakit ini telah dilaporkan terdapat di berbagai perkebunan kelapa
sawit di Indonesia (Turner, 1981 ; Purba dan Sipayung, 1986 ; Purba,
1996d, 1996f, 1997d dan 1999a).
a. Gejala
Terutama menyerang bibit pada umur 2 bulan. Kadang-kadang dijumpai bersamaan dengan gejala transplanting shock (cekaman
pindah tanam). Gejala biasanya dijumpai pada bagian tengah atau ujung
daun, berupa bintik terang yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning
dan coklat gelap. Jaringan sakit selanjutnya nekrosis, bercak meluas
dengan batas antara bercak dengan jaringan sehat berwarna kuning. Bercak
kadangkala memanjang sejajar tulang daun.
b. Faktor pendorong
Jarak antar bibit yang terlalu rapat (< 90cm). Keadaan pembibitan
yang terlalu lembab.Kelebihan air siraman dan naungan di PA. Pemindahan
bibit dari PA ke PU dan penggemburan tanah yang kurang hati-hati.
c. Pengendalian
Mengurangi penyiraman dan naungan di pembibitan awal, sehingga
mengurangi kelembaban. Pemindahan bibit dan penggemburan tanah harus
dilakukan dengan hati-hati. Menjarangkan letak bibit menjadi ³ 90 cm.
Mengisolasi dan memangkas daun-daun sakit dengan gejala ringan-sedang,
selanjutnya disemprot dengan fungisida ziram, thiram, kaptan atau
triadimenol dengan konsentrasi 0,1-0,2% dengan pusingan 7-10 hari, atau
dengan thibenzol dengan konsentrasi 0,1% dengan pusingan 10-14 hari,
daun-daun pangkasan harus dibakar. Memusnahkan bibit yang terserang
berat.

Posting Komentar untuk "PENYAKIT BUSUK DAUN (Antraknosa) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT"